ads-1

Ujung Genteng

Tuesday, 24 July 2012


Ujung Genteng merupakan daerah pesisir pantai selatan Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak tempuh sekitar 220 kilometer dari Ibu Kota Jakarta atau 230 kilometer dari Kota Bandung. Waktu tempuhnya sekitar delapan atau tujuh jam perjalanan bermobil. Perjalanannya cukup lama karena dari daerah bogor menuju sukabumi itu perjalanannya sangat macet hingga menempuh waktu tiga jam.                          dari daerah sukabumi menuju surade dan ujung genteng itu sudah aman dari perjalanan yang macet, hanya saja jalanannya yang menakutkan karena banyak terdapat jurang dan jalanan yang tidak begitu sempurna.
Ujung genteng terkenal dengan pantai nya berpasir putih dan indah. Tidak hanya itu jarak setengah kilometer dari pesisir kedalaman lautnya hanya semata kaki dengan air laut yang sangat jernih. Kerikil-kerikil batu karang dan hewan laut yang hidup terlihat oleh kasat mata. Indah sekali, terdapat bintang laut, bulu babi dan ikan-ikan cantik di dalamnya.
Didaerah ujung genteng pun banyak terdapat tempat-tempat menarik lain. Ada tempat dimana kita bisa melihat penyu secara langsung yaitu di pantai pangumbahan. Sebaiknya untuk bisa melihat langsung penyu-penyu yang sangat banyak dan keluar ke pantai itu pada saat sudah malam karena penyu tidak akan keluar pada siang hari. Dan jika kebetulan induk penyu akan melahirkan wisatawan bisa melihat langsung proses melahirkan induk penyu.
Ada juga lokasi di mana Anda bisa berselancar di atas ombak yang cukup menantang yang terkenal dengan sebutan ”ombak tujuh”. Lokasi ini merupakan kawasan favorit bagi wisatawan mancanegara untuk olahraga selancar. Sebutan ombak tujuh menurut penduduk karena ombaknya selalu berurutan tujuh ombak dan selalu besar-besar. Untuk yang suka memancing, di Ujung Genteng merupakan tempat yang cocok di mana ikannya cukup banyak dan bervariasi.
Disamping objek wisata alam, Ujung genteng juga memiliki objek wisata dalam bentuk proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat. Pembuatannya sederhana sekali yakni dengan memanfaatkan perkebunan kelapa luas, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran. Juga banyak cinderamata menarik yang bisa di jadikan sebagai oleh-oleh wisatawan, seperti gantungan penyu dan lain-lainya.


Sumber : http://istiputri.blogspot.com/2012/06/pantai-ujung-genteng.html
Continue Reading | comments

Goa buni ayu

Monday, 23 July 2012


Untuk menuju lokasi Gua Buniayu maka anda harus menempuh perjalanan sekitar 4-5 jam dari pusat kota Jakarta ke arah kota Sukabumi. Kemudian masih  dibutuhkan lagi perjalanan mengarungi 26 Km atau waktu sekitar 45 menit sehingga akan menghantarkan anda ke lokasi. Posisi Goa Buniayu sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut, dan  berada dibawah kawasan Perhutani

Unit III Jawa Barat dan Banten  seluas + 10 hektar  yaitu Wana Wisata KPH Sukabumi (formasi batu karang /karst Nyalindung). Untuk menikmati wisata ini bisa menggunakan jasa Event Organiser yang menyediakan paket lengkap transportasi, akomodasi, alat dan tim pendamping sehingga tidak membuat ribet dalam persiapan dan pelaksanaan.

Sampai kini kawasan Gua Buniayu memiliki lebih dari 50 buah mulut yang sudah dieksplorasi, diperkirakan masih menyisakan lebih banyak lagi jumlah mulut Gua. Gua Buniayu dikenal juga dengan sebutan Gua Siluman yang dipetakan pertama kali oleh seorang ahli Gua Indonesia, Dr. R.K.T. Kho yang bekerjasama  dengan beberapa orang ilmuwan asal Prancis; Goerge Robert, Arnoult Sevau dan Michel Chasir  (1982).  Gua ini terbentuk oleh proses pelarutan dan pengikisan air hujan terhadap batuan kapur selama berpuluh-ribu tahun.
Didalam Gua Buniayu akan anda dapatkan puluhan lorong  yang masing-masing saling berhubungan, antara lain; lorong Cisapi, lorong Landak, dll. Anda akan disuguhi gugusan stalagtit, stalagnit, flow stone, coloumn, drapery, gourdam, canopy dengan beragam bentuk yang sangat indah dan masih dalam kondisi natural, hidup,  dan masih tumbuh. Pada bagian tengah akan disuguhi stalagtit dengan stalagnit yang tinggi menjulang. Semenjak dikelola oleh Perum Perhutani maka mulai tanggal 26 Pebruari 1992 nama goa Siluman  secara resmi diubah menjadi Wana Wisata Goa Buniayu.
Gua Buniayu diperkirakan mempunyai panjang  sekitar 3300 m, namun gua yang lebih pendek disekitarnya yaitu Gua Bibijilan (+ 717 m), Gua Adni (+635 m), Gua Nyangkut (+390 m), Kubang Lanang (+302 m), Gua Tanpa Nama (Panjang +400 m), dan beberapa yang panjangnya hanya beberapa ratus meter seperti. Gua Bisoro, Gua Idin Gua Karsim, Gua Gede, dan Gua Kole.
Apabila anda weekend dilokasi ini maka disarankan Hari Sabtunya cukup menjelajah goa yang pendek, anda lepaskan malam minggu dengan api unggun, membakar aneka makanan, dll. Untuk menginap juga telah disediakan rumah Gedheg bambu yang cukup nyaman juga untuk melepas lelah, meskipun hanya beralas perlak. Kalau mau lebih nyaman anda bisa melengkapi diri dengan sleepingbag. Baru pada hari minggu pagi kondisi segar maka penjelajahan ke Gua Buniayu bisa dilakukan dengan optimal, Demikian pula skedul yang saya lakukan beberapa waktu silam.
Adrenalin akan naik dengan cepat manakala anda sudah berada dimulut Gua Kerek, karena Caving Buniayu  harus diawali dengan masuk lubang/celah bebatuan karang  yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter dari dasar Goa Buniayu.

Dengan peralatan yang sudah disiapkan, akan menurunkan anda secara perlahan (grappling) dengan menggunakan tali, dan dinginnya udara sungai bawah tanah akan menyambut kedatangan anda, gelab dan dikejauhan terdengan suara aliran air sungai yang deras. Wow tentu cukup fantastic apabila belum pernah melakukan yang sejenis ini,  insting survival diri sudah semakin menebal, darah mengalir lebih deras tentunya.

Subhanallah saya merasakan kebesaranNYA ketika semakin dalam menyusuri gua ini. Beberapa bagian perjalanan memang sebuah gumpalan lumpur sungai yang sangat pekat, kekentalannya seperti adukan semen, sehingga akan mencengkram kaki kita lebih kuat. Dan jangan lupa abadikan semua ciptaan Sang Khaliq ini dengan kamera yang berkualitas.

Kalau anda hanya membawa kamera poket kayaknya akan menyesal karena cahayanya akan sangat kurang sehingga hasilnya suram. Untuk dapat menhasilkan foto-foto yang berkualitas maka kamera yang berkualitas perlu dihadirkan, tentu persiapkan kantong tahan airnya untuk menjaga kesehatan kamera anda.
 
Sepanjang perjalanan menyusuri gua tentu beberapa kali harus beristirahat, maka persiapkan perbekalan yang cukup dan antisipasi beberapa kondisi darurat maka perlengkapan PPK perlu juga dibawa serta. Yang menarik adalah anda akan menemukan beberapa binatang Gua yang telah hidup dan yang menarik binatang tersebut telah mengalami perubahan organ utamanya indera perngelihatan dan penginderannya.

 Hewan; kelelawar, laba-laba, jangkrik, ikan sungai, kadal, udang, serta wallet berhasil saya temui. Namun binatang seperti jangkrik matanya menjadi buta, mereka hanya mengandalkan penginderaan melalui antenna yang memanjang sampai 20 cm lebih.




sumber ; http://www.shalimow.com/traveling/menikmati-wisata-caving-menjelajah-gua-buniayu-sukabumi.html
Continue Reading | comments

Pondok Halimun

Pondok Halimun atau lebih dikenal dengan sebutan PH, terletak di wilayah Sukabumi sebelah utara, berjarak sekitar 12KM dari pusat kota Sukabumi. Hawanya sejuk karena berada di ketinggian sekitar 1000 meter diatas permukaan laut.

AKSES MENUJU PONDOK HALIMUN

Dari pusat kota anda harus melalui jalan Salabintana, perhatikan petunjuk jalan, setelah beberapa kilometer nanti ada pertigaan, lalu belok ke kiri arah Pondok Halimun. Setelah sampai di Pondok Halimun anda harus membayar di dua loket yang      berbeda. Jangan takut tidak kebagian tempat parkir, karena area parkir cukup luas.

Menggunakan angkutan umum

  Pengunjung bisa menggunakan angkutan umum yang telah disediakan, jika anda dari luar kota dan menggunakan bus umum, anda turun saja di terminal, lalu menggunakan angkutan kota warna putih (No 14), turun di jalan Siliwangi, kemudian naik angkot warna merah jurusan Salabintana (No 10), sebelumnya bilang dulu ke sopir, angkotnya masuk ke Pondok Halimun atau tidak. Cari angkot yang langsung ke Pondok Halimun, memang ongkosnya dua kali lipat, tapi ini untuk menghemat waktu.

Jika kita merindukan suasana segar dan dingin khas pegunungan di Sukabumi, tidak ada salahnya untuk datang ke Pondok Halimun, atau yang biasa disingkat PH.

Ada banyak hal menarik yang bisa kita jumpai dan lakukan di pondok halimun ini, tidak hanya melulu menikmati suasana perkebunan teh Goalpara milik PT Perkebunan Nasional VIII Kabupaten Sukabumi atau pergi ke area bumi perkemahannya.

Kita bisa menikmati perkebunan teh yang luas dengan berjalan kaki, tempat yang pas untuk berfoto, refreshing sambil menikmati perkebunan teh
Sarana berkemah bagi para wisatawan yang ingin menikmati sejuk dan bersihnya udara di kawasan Pondok halimun. Namun jika anda tidak kuat tidur di tenda, ada beberapa penginapan sederhana yang bisa digunakan untuk menginap.

Di area Pondok Halimun ini terdapat beberapa bumi perkemahan, antara lai bumi perkemahan Elang jawa, bumi perkemahan Cipelang, dan Bumi Perkemahan Pondok Halimun. Area perkemahannya dilalui oleh sungai Cipelang, jadi tidak perlu khawatir untuk masalah air minumnya. Lokasi antara bumi perkemahan ini saling berdekatan dan di area situ terdapat area parkir kendaraan yang luas dengan deretan warung-warung yang menyediakan aneka sajian, khas nya tentu saja jagung bakar dan bandrek panas

Di bumi perkemahan pondok halimun ini terdapat beberapa penginapan, yang bisa jadi alternatif menginap selain camping, dan juga terdapat playing ground untuk anak-anak di sekitar aliran sungai Cipelang. Di area ini yang menjadi ciri khas adalah banyaknya batu gunung besar yang terserak di sepanjang jalur bumi perkemahan.
Continue Reading | comments

Selabintana

Selabintana terletak 7 kilometer sebelah utara Kota Sukabumi. Dari gerbang tol Ciawi, Kota Sukabumi bisa dijangkau dalam waktu tiga hingga empat jam.

Selabintana di kaki Gunung Gede-Pangrango ditemukan AAE Lenne (1853- 1916), seorang pengusaha berkebangsaan Belanda. Jiwa bisnis Lenne mendorong dia memoles Selabintana menjadi kompleks peristirahatan dengan konsep bangunan menyatu dengan alam.

wisatawan akan mendapatkan jejak sejarah peninggalan Belanda yang dipadu dengan panorama Gunung Gede-Pangrango. Hotel yang dibuat pada tahun 1900-an oleh seorang berkebangsaan Belanda tetap bertahan hingga kini dan masih menjadi ikon Selabintana.

Saat itu, Sukabumi dikenal sebagai tempat peristirahatan bagi petinggi perkebunan Belanda. Belanda mendirikan pusat perkantoran di Kota Sukabumi untuk mengurus perkebunan yang tersebar di beberapa tempat.

Tempat peristirahatan yang di bangun Lenne dalam waktu singkat menjadi tempat favorit bagi para petinggi perusahaan perkebunan Belanda. Lenne kemudian mengubah tempat peristirahatan itu menjadi hotel.

Tahun 1924, AAE Lenne menyerahkan Hotel Selabintana kepada anaknya, GE Lenne (1897-1976). GE Lenne lantas mengangkat Los Bakker, manajer berkebangsaan Belanda, untuk mengelola Hotel Selabintana. Bakker berhasil meningkatkan kunjungan warga Belanda ke Selabintana.

Hotel Selabintana berpindah kepemilikan dari Belanda kepada Jepang pada 1942-1945. Hotel Selabintana kemudian dikelola oleh Kagura. Setelah Indonesia merdeka, Hotel Selabintana telantar.

Pada tahun 1953, seorang jenderal bintang dua TNI Angkatan Udara, Wiria Dinata, merenovasi Hotel Selabintana. Pada tahun 1967, hotel itu dibuka untuk umum.

Sejak dibuka untuk umum, pengelola hotel membuka lahan seluas 20 hektar untuk lapangan golf. Namun, hal tersebut sering membuat wisatawan harus berhati- hati agar tak terkena bola golf. Pada tahun 1990, olahraga golf akhirnya dihentikan untuk menjamin kenyamanan wisatawan. 






sumber : http://www.infotempat.com/?content=1&category=3&act=1648

Continue Reading | comments

Curug Sawer

Curug Sawer memiliki ketinggian sekitar 25-30 meter dan berada di dalam di Kawasan Wisata Situ Gunung, Taman Nasional Gede-Pangrango (TNGP).  Curug ini masuk dalam wilayah pengelolaan hutan termasuk RPH Cipaku BKPH Gede Barat KPH Sukabumi.

Di Curug Sawer  juga akan ditemui curug lain, yaitu Curug Cima naracun, dimana curug ini merupakan sumber dari air danau Situ Gunung.  Curug ini berjarak sekitar 200 meter dari Wisma Situgunung.

Berjarak sekitar 16 km dari kota Sukabumi ke arah Bogor atau sekitar 9 km dari kecamatan Cisaat.   Kondisi jalan ke Kawasan Wisata Situ Gunung sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan mulai dari roda dua hingga roda enam.  Pintu masuk ke Curug Sawer berada di samping kantor Polsek Cisaat di Jalan Raya Bogor-Sukabumi.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari kota Sukabumi dapat menggunakan angkutan umum (angkot) no. 08 yang berwarna hijau muda dengan trayek Sukabumi - Cisaat.  

Selanjutnya turun di depan alun-alun Cisaat kemudian menyeberang jalan dan berjalan kaki sedikit ke arah tempat mangkal angkot jurusan Kadudampit yang berada dijalan disamping kantor Polsek Cisaat. 
  Karena biasanya angkutan umum ini tidak sampai ke depan gerbang masuk lokasi wisata Situgunung, maka harus bayar lebih supaya diantar langsung kesana.

Ada dua jalur (jalan kaki) menuju Curug Sawer, yaitu dari perkemahan Situ Gunung dan dari perkemahan Cinumpang. Kalau mau sedikit memicu adrenalin, anda bisa mengambil jalur berangkat dari perkemahan Situ Gunung dan kembali lewat perkemahan Cinumpang. 

Jalur dari perkemahan Situ Gunung cukup menantang karena turun naik di pinggir jurang. Sementara jalur lewat perkemahan Cinumpang relatif lebih ringan, bahkan (kalau berani) bisa ditempuh dengan ojek seperti yang telah dibahas di atas.

Umumnya jalur kedua yang banyak dipilih, hal ini karena relatif mudah dan dekat untuk ditempuh.  Untuk jalur ini dimulai dari pintu masuk gerbang dimana setibanya di pintu ini akan dijumpai pesimpangan jalan bercabang dua, jika ke kiri ke arah lokasi danau Situ Gunung dan jika lurus ke arah area perkemahan Cinumpang.  

 Jarak tempuh ke area perkemahan ini sekitar 1 km dengan kondisi jalan sudah beraspal.  Untuk menuju ke sana dapat berjalan kaki, membawa mobil sendiri atau menyewa ojek.  Setibanya di area perkemahan Cinumpang ini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki (trecking) melewati jalan setapak naik turun sejauh sekitar 1 km menuju Curug Sawer. 















https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-barat/curug-sawer---sukabumi
Continue Reading | comments

Situ Gunung













Sebuah tempat yang saat ini bnyak di kunjungi warga sekitar jakarta dan sukabumi kususnya daerah ci saat yaitu obyek wisata situ gunung sebuah tempat yang memberikan nuansa alam pegunungan ,ditambah suasana danau yang sangat sejuk di kelilingi hutan cemara cocok untuk untuk peristirahatan keluarga bnyak pasilitas yang bisa di nikmati di tempat ini seperti : out bond , playing fox ,rakit ,dll.

akses menuju situ gunung sangat mudah untuk pengunjung yang datang dari bandung ataupun jakarta bisa melalui jlan kadudampit atau masuk dari polsek ci saat , perjlanan sekitar 20 s/d 30 mnit dari polsek ci saat mnuju arah kadudampit .

Untuk pengunjung situ gunung  yang membawa kendaraan pribadi di sediakan tempat parkir yang cukup luas bisa untuk kendaraan besar seperti bis atau pun truk,di sekitar tempat parkir ini bnyak warung warung yang menyediakan makanan ,dari mulai sneck  nsi liwet kue kue khas sukabumi sampai minuman ringan , untuk pengunjung situ gunung yang ingin menikmati nasi liwet khas sukabumi bisa memesan ke sodara DERA dengan no hp 087721573684 .

Tidak jauh dari tmpat parkir utama pengunjung di tawari dua pillihan obyek wisata diantaranya danau situ gunung dan air terjun (curug sawer)

Untuk pengunjung situ gunung yang ingin menikmati suasana danau bisa melalui jalur sebelah kiri pintu masuk bisa melalui jalan kaki ataupun motor (ojek) bisa juga menggunakan kendaraan kecil seperti jeep carry ataupun mobil standar keluarga , sepanjang perjalan situ gunung dari tmpat parkir utama pengunjung bisa menikmati perjalan menyusuri jalan berbatu dengan di tumbuhi pohon pohon besar disepanjang jalan tersebut  , dan bisa mengikuti olah raga out bond yang di selenggarakan pihak pengelola situ gunung

Setelah perjalanan 15 menit barulah kita akan menjumpai sebuah danau yang luas nya mencapai 10 hektar ,di sini kita bisa menikmati suasana danau dengan melakukan bermacam kegiatan seperti memancing , naik rakit dan juga bisa memasang tenda untk camping,untuk yang suka poto poto tempat ini sangat cocok karena di sekeliling nya terdapat pemandangan yang sangat indah ,dan disamping danau situ gunung terdapat air terjun yang bernama cimana racun.pengunjung  situ gunung untuk sampai di air terjun ini pengunjung bisa melewati jalan yang ada di sekeliling danau sambil menikmati  pemandangan alam yang sangat indah.
by : bayus
Continue Reading | comments

Cinumpang


Cinumpang
sebuah tempat wisata alam yang berada di kawasan sukabumi tepat nya di desa Sudajaya kec kadudampit tidak jauh dari alun alun cisaat,Untuk para pengunjung yang hendak ke cinumpang baik dari arah bandung ataupun dari jakarta ,



 patokan nya adalah alun -alun ci saat atau polsek  ci saat,Untuk yang membawa kendaraan pribadi yg dari arah jakarta masuk ke sebelah kiri samping polsek cisaat ,masuk jalan kadudampit , sekitar 20 s/d 30 menit kita akan sampai di pertigaan cinumpang sebelah kanan jln kadudampit .


Tempat ini memang sangat cocok untuk masarakat kota yang ingin menghilangkan kepenatan , karena disini di suguhi pemandangan alam yang sangat asri , banyak pasilitas yang bisa kita nikmati seperti : kolam renang camping ground , olah raga air (cubing) dan masih bnyak pasilitas pemainan yang lain.



Sebuah sungai yang melintasi di tengah tengah obyek wisata cinumpang bisa di gunakan untuk sarana bermain anak anak karena air nya yang sangat jernih juga terdapat hamparan bebatuan yang juga bisa di gunakan untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan yang ada di sekeliling ci numpang,karena cinumpang di kelilingi oleh tebing yang masih bnyak di tumbuhi pohon pohon rindang yang menambah indah nya obyek Wisata ini.

Di samping  atas aliran  sungai kita bisa menjumpai sebuah lapangan yang penuh di tumbuhi rumput hijau yang biasa di gunakan untuk camping ground dan api ungun , nah untuk peralatan camping nya pengunjung bisa menyewa peralatan seperti tenda ,kmpor gas , trangia dll. juga terdapat kayu bakar yang kusus untuk api ungun , ..untuk penyewaan barang barang tsb pengunjung bisa menghubungi sodara Gomloh atau panggilan ci om dengan no hp 085759512339.

Untuk pengunjung yang tidak biasa ditenda namun ingin menikmati suasana alam di pegunungan di malam hari di Cinumpang di sediakan villa atau penginapan yang sangat murah dari mulai 50 rb pr mlm sampai 150 rb.


 selain itu pengunjung bisa memesan nasi liwet ataupun menu masakan khas sunda di warung yang di sediakan pengelola cinumpang,untuk anda yang suka olahraga air di sini diberikan keleluasaan untuk bercengkrama 

dengan deras nya sungai cinumpang lewat olah rag air (cubing).Anda juga bisa memesan catring makanan di warung sekitar alun alun dan siap antar ke cinumpang ,menu bisa di sesuaikan dengan selera pengunjung,dari mulai sop kaki soto ayam bakar , ikan asin, atau pun menulainya dan bisa menghubungi sodara UNE dengan no hp 087720830421 / 083818222457...
















Enjoy your visit....!!!!!






Sukabumi juli 2012 AKAR +PARALIARADVENTURE
Continue Reading | comments

Curug Luhur

Sunday, 22 July 2012


Curug Luhur
Curug  ini berada di Kawasan Taman Nasional  Gunung Gede Pangrango.  Ketinggian curug ini sekitar 30 m dengan kolam penampungan dibawahnya.  Hal yang membedakan diantara air terjun yang lain adalah dasar kolam penampungannya berupa pasir bukan batu seperti yang ditemui di tempat air terjun lain. 

Lokasi

Terletak di Kampung Lembupasir, Desa Ciambar, Kecamatan Ciambar Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat,
Peta dan Koordinat GPS: Aksesbilitas

Berjarak tempuh untuk kesana sekitar 1/2 jam perjalanan dari jalan raya Sukabumi - Bogor.  Bila dari pos jaga berjarak sekitar 2 km.  Kondisi menuju kesana dengan berjalan kaki melewati naik turun bukit tanpa jalan setapak yang ada.







Sumber :
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/05/17/menikmati-indahnya-air-terjun-di-kaki-tnggp/

https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-barat/curug-luhur---sukabumi
Continue Reading | comments

Curug Ciruti






Lokasi

Terletak di Desa Ciruti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat.

Peta dan Koordinat GPS : 7°22'8"S 106°29'44"E


Aksesbilitas

Berjarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan dengan melewati pematang sawah dan ladang penduduk.
Sumber :
https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-barat/curug-ciruti
Continue Reading | comments

Curug Seribu


Curug Seribu
 
Berjarak lebih kurang 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah.  Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 3 km hingga tiba di pintu masuk Curug Seribu.  Dari pintu masuk dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 1 km menuju lokasi Curug Seribu.  Kondisi jalan ke lokasi ini menurun, curam dan licin dengan waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 1 jam untuk mencapai ke lokasi Curug Seribu.

Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah.  Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang)-Pamijahan-Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampak-Salak Endah, Cibatok-Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari-Gunung Bunder-Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor-Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok-kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang.  Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot.  Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga)
Wana Wisata Gunung Salak Endah.
Berjarak lebih kurang 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah.  Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 3 km hingga tiba di pintu masuk Curug Seribu.  Dari pintu masuk dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 1 km menuju lokasi Curug Seribu.  Kondisi jalan ke lokasi ini menurun, curam dan licin dengan waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 1 jam untuk mencapai ke lokasi Curug Seribu.

Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah.  Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang)-Pamijahan-Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampak-Salak Endah, Cibatok-Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari-Gunung Bunder-Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor-Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok-kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang.  Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot.  Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga)
Wana Wisata Gunung Salak Endah.

sumber : https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-barat/curug-seribu---bogor


Continue Reading | comments

Curug Ngumpet


Curug Ngumpet
memiliki ketinggian lebih kurang 45 meter, dengan panorama alam yang indah dan asri. Curug Ngumpet ini lebih tinggi daripada Curug Cihurang dan kolam airnya pun lebih dalam dengan batu-batu sungai yang besar-besar. Sayangnya, kebersihan curug ini kurang terawat, berbeda dengan Curug Cihurang yang memang bersih dan rapi.
Curug ini termasuk dalam
Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) di kaki Gunung Salak di bawah naungan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak).  Selain Curug Ngumpet masih ada 3 curug lagi di kawasan ini yaitu Curug Cihurang, Curug Seribu, dan Curug Cigamea.
Lokasi

Terletak di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat.

Peta dan Koordinat GPS: 6° 41' 47.65" S  106° 41' 20.18" E 


Aksesbilitas

Berjarak lebih kurang 38 km dari kota Bogor hingga Pintu Gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah.  Selanjutnya dari pintu gerbang ini berjarak lebih kurang 2 km hingga tiba di pintu masuk Curug Ngumpet.  Dari pintu masuk ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak lebih kurang 200 m atau 15 menit waktu tempuh hingga tiba di lokasi Curug Ngumpet. 
Ada empat jalur yang bisa digunakan untuk menuju kawasan Salak Endah.  Pertama adalah jalur Cemplang (Cibungbulang)-Pamijahan-Salak Endah, kemudian ada jalur Cikampak-Salak Endah, Cibatok-Salak Endah dan terakhir jalur Tamansari-Gunung Bunder-Salak Endah. Umumnya jalur pertama lebih banyak dilalui, hal ini dikarenakan memiliki jarak dan waktu tempuh terpendek dari jalan raya Bogor-Leuwiliang. Selain itu, kondisi fisik jalan di jalur ini lebih bagus dan tidak berkelok-kelok.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Bogor (Terminal Barangsiang) naik angkot 03 jurusan Bubulak, kemudian disambung dengan angkot lagi ke jurusan Leuwiliang.  Turun di pertigaan Cibatok atau Cibungbulang, lalu naik angkot lagi ke jurusan Gunung Picung hingga perhentian terakhir angkot.  Dari perhentian terakhir angkot tersebut perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau naik ojek ke pintu gerbang (pos jaga)
Wana Wisata Gunung Salak Endah.

Tiket dan Parkir

Tiket masuk ke Curug Ngumpet adalah  Rp 2500 per orang. 
Sedangkan tiket masuk ke kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) adalah Rp 7000 per orang termasuk kendaraan roda dua.
sumber :https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-barat/curug-ngumpet---bogor
Continue Reading | comments

Curug Cihurang


Keindahan air terjun merupakan salah satu daya tarik yang banyak diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Pada umumnya air terjun terbentuk karena terjadinya patahan kulit bumi sehingga aliran air terpotong membentuk loncatan air sesuai prinsip aliran air dari ketinggian ke tempat yang lebih rendah. TNGHS mempunyai banyak air terjun, seperti :
   Curug Cimantaja dan Curug Cipamulan, terletak di desa Cikiray, kecamatan Cikidang dan kabupaten Sukabumi
    Curug Piit (Curug Cihanjawar), Curug Walet dan Curug Cikudapaeh, terdapat di sekitar Perkebunan Teh Nirmala Curug Citangkolo, terletak di desa Mekarjaya, kecamatan Kabandungan, kabupaten Sukabum Curug Ciberang dan Curug Cileungsing, terletak di sekitar kampung Leuwijamang
    Curug Ciarnisah, terletak di sekitar kampung Cibedug Taman Nasional Gunung Halimun-Salak
      wisata/gunung.jpg
     Di Gunung Salak terdapat beberapa curug diantaranya Curug Cangkuang (Cidahu); Curug Pilung (Girijaya); Curug Cibadak (Cijeruk); Curug Citiis (Ciapus); Curug Nangka (Taman Sari); Curug Ciputri (Tenjolaya); Curug Cihurang, Cirug Cigamea, Curug Ngumpet dan Curug Seribu (Pamijahan), Curug Cibereum (Jayanegara).
Di dalam hutannya yang masih perawan kita dapat menjumpai beberapa air terjun yang sangat eksotik dan bahkan ada yang jauh berada di dalam hutan. Diantara air terjun atau curug yang dapat dikunjungi antara lain, Curug Macan, Cikudapaeh, Cihanjawar, Citangkolo dan Curug Piit. Semunya itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selama perjalanan menuju air terjun kita akan menjumpai beberapa hewan langka dan tumbuhan yang usianya bisa mencapai ratusan tahun.

Secara umum wisata petualangan di Taman Nasional Gunung Halimun bisa dinikmati oleh seluruh keluarga dan usia, dari anak-anak sampai orang tua. Semuanya bisa disesuaikan dengan lokasi-lokasi yang akan jadi tujuan selama berada di dalam kawasan taman nasional sesuai dengan tingkat usia serta kemampuan kita.

Kabandungan – Cikaniki - Citalahab
Pintu masuk ke kawasan taman nasional yang umum dan sering dikunjungi yaitu melalui Kabandungan. Untuk sampai di wilayah Kabandungan kita harus melalui wilayah Parung Kuda (jalan raya yang melewati Stasiun Kereta Api Parung Kuda). Wilayah Kabandungan yang merupakan nama sebuah kecamatan, terdapat kantor Balai Taman Nasional Gunung Halimun – Salak (TNGH-S). Disini kita bisa melapor sekaligus mengurus administrasinya. Selain itu disediakan pula wisma tamu untuk anda yang ingin bermalam.

Di balai taman nasional ini pula kita bisa mendapatkan informasi yang sangat lengkap sebelum kita bertualang menjelajahi wilayah taman nasional. Disini terdapat ruangan yang menyimpan berbagai obyek foto, buku-buku, maket tiga dimensi bahkan ruang auditorium yang menggambarkan secara ringkas dan jelas hal-hal yang berhubungan dengan taman nasional. Dari kantor balai taman nasional perjalanan dapat kita lanjutkan menuju Stasiun Penelitian (Research) Cikaniki yang berjarak 18 km. Jalan yang akan kita lalui merupakan jalan berbatu-batu. Aspal terakhir hanya sampai desa Cipeuteuy, kira-kira 2 km dari kantor balai taman nasional. Setelah itu baru kita bisa menggunakan ojeg motor atau kendaraan sejenis L-300 yang banyak terdapat disana. Tetapi jika ingin menggunakan kendaraan pribadi disarankan menggunakan mobil sejenis 4WD atau minimal sejenis Kijang dan Panther.

Sebelum masuk ke gerbang kawasan taman nasional kita akan melewati perkampungan penduduk, ladang dan sawah. Untuk sampai Stasiun Penelitian Cikaniki dari gerbang kawasan taman nasional jarakanya ±6 km. Sepanjang jalan dari gerbang menuju Cikaniki tidak akan membosankan karena kita melintasi hutan hujan tropis yang asri dan hijau. Di sepanjang jalur ini pula kita akan melintasi salah satu habitat Owa Jawa. Dekat sebuah perbatasan yang memisahkan Kabupaten Sukabumi dan Bogor terdapat papan petunjuk yang menginformasikan bahwa disitu merupakan salah satu lintasan Macan Tutul.

Tidak lama kemudian baru kita akan sampai di Stasiun Penelitian Cikaniki, berupa bangunan modern dari kayu yang didatangkan dari Pulau Kalimantan dan bergaya arsitektur Jepang. Stasiun tersebut dibangun oleh sebuah lembaga bantuan asing dari Jepang, JICA, sebagai tempat atau pusat research para peneliti baik asing maupun lokal. Disini fasilitas cukup lengkap karena ada tempat parkir, wisma tamu yang dilengkapi dengan kamar-kamar, dapur dan ruang makan. Selain itu diruang tamu terdapat beberapa contoh jenis hewan khas taman nasional yang sudah diawetkan dan beberapa obyek foto serta buku-buku yang bisa menambah informasi kita mengenai kawasan taman nasional. Dekat stasiun terdapat sebuah sungai yang jernih dan suara airnya mengalir memecahkan keheningan disekelilingnya. Terkadang di hutan yang mengelilingi Stasiun Penelitian Cikaniki dijumpai Monyet Surili bergelantungan.

Sekitar 200 meter utara stasiun Cikaniki, terdapat menara penelitian atau biasa dipakai untuk pengamatan burung. Menara ini biasa disebut Canopy Trail yaitu berupa jembatan gantung yang saling terhubung dan bertumpu pada empat pohon besar. Panjang jembatan ini tidak kurang dari 100 meter dengan ketinggian 25-30 meter. Dari atas jembatan ini kita dapat melihat pemandangan yang indah yaitu dengan melihat tajuk-tajuk pohon besar dengan anak sungai Ciberang mengalir dibawahnya. Pada malam hari, dibawah

Canopi Trail, tepatnya disekitar kaki tangga naik kita bisa melihat jamur yang berflurocence atau menyala dalam kegelapan hutan disela-sela semak dan tanaman yang tumbuh disana. Salah seorang kawan ketika melihat kilauan jamur-jamur tersebut mengungkapkan kekagumannya, ”bagaikan light in dark ya...keren banget...”,. Tidak salah memang kekagumannya, karena jamur yang di siang hari terlihat berbentuk bulat putih kecil-kecil akan terluhat menyala tersebar di sela-sela hijaunya dedaunan. Lima puluh meter dari stasiun, terdapat rumah pohon yang baru dibangun akhir tahun 2006 dan menjadi fasilitas baru kawasan taman nasional ini.

Begitu masuk kawasan taman nasional, mungkin anda akan langsung jatuh cinta dan merasa tidak puas untuk hanya sekali berkunjung. Sebagaimana halnya penulis, walaupun sudah berkali-kali mengunjunginya tetap selalu ada keinginan untuk kembali. Karena setiap kali kita datang selalu ada misteri dan pesona alam yang baru. Terlebih ketika melihat sang raja udara, Elang Jawa berputar-putar di udara di atas perkebunan teh Nirmala Agung, Citalahab (±2 km dari Stasiun Penelitian Cikaniki) merupakan pengalaman yang sulit untuk dilupakan.

Untuk sampai di kampung Citalahab masih dengan jalan yang berbatu kita akan melewati jalur yang menuju air terjun, Curug Macan (±300 meter dari stasiun) yang pernah menjadi habitatnya Macan Tutul. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari stasiun Cikaniki, Curug Macan sangat sayang untuk dilewatkan. Di air terjun tersebut kita bisa mandi dan beristirahat sejenak menikmati kesegaran airnya. Kemudian kita akan melewati perkebunan teh Nirmala Agung. Hamparan perkebunan teh ini begitu luas di areal yang berbukit-bukit. Ketika kabut naik pemandangan disekitar perkebunan teh sungguh luar biasa karena kita akan melihat kabut atau halimun menggelayuti tanaman teh dan hutan tropis hijau dan lebat yang menjadi latar belakangnya. Sewaktu kabut muncul diantara lebatnya hutan tersebut, pemandangan tampak semakin mempesona dan menakjubkan

Selain jalur tersebut di atas ada jalur lain yang lebih menarik lagi untuk menuju kampung Citalahab, yaitu melalui jalan setapak yang disebut Loop Trail sepanjang ±3,8 km, melalui Stasiun Penelitian Cikaniki dan Canopy Trail. Sepanjang jalur loop trail ini dengan melintasi hutan tropis yang sudah dilengkapi dengan papan petunjuk dan beberapa bangunan sebagai shelter atau pos untuk beristirahat, kita akan menikmati kekayaan hutan yang berada dalam kawasan. Disepanjang jalur kita akan melihat beberapa jenis Anggrek hutan,

Kupu-kupu, tanaman Suplir, Kantong Semar, pohon-pohon yang usianya bisa mencapai ratusan tahun, serta berbagai aneka tumbuhan dan fauna hutan lainnya. Jika beruntung kita bisa juga menjumpai Monyet Ssurili dan Owa Jawa. Kita juga akan melintasi sungai yang jernih dan sejuk. Ujung dari loop trail ini sebuah bumi perkemahan yang berada persis di Kampung Citalahab dengan pemandangan perkebunan teh yang memukau serta sebuah sungai jernih yang mengalir di bawahnya.

Jika ingin merasakan suasana jungle trekking yang lebih menantang kita bisa masuk ke dalam hutan lebih jauh lagi menuju air terjun yang tidak terlalu besar namun indah, karena letaknya benar-benar di dalam hutan yang perawan, Curug Cikudapaeh. Air terjun ini memiliki kolam yang bisa digunakan untuk mandi diantara dinding-dinding batu yang bergema. Masih melalui jalan setapak, loop trail, di pertigaan yang mengarah ke Kampung Citalahab Bedeng (arah ke kanan), kita harus memilih jalur lain ke sebelah kiri atau lurus untuk sampai di curug Cikudapaeh. Jalur ini jarang sekali ditempuh orang sehingga terkadang kita harus menerabas, karenanya tidak dianjurkan untuk berjalan sendiri tanpa pemandu dari taman nasional.

Dianjurkan menggunakan sepatu jika ingin trekking melalui jalur ini karena beberapa lokasi berlumpur. Dengan berjalan kaki normal dalam waktu ±4 jam kita sudah sampai di Curug Cikudapaeh. Untuk keluar kita bisa kembali melalui jalan semula atau menyeberangi Sungai Cikudapaeh keluar melalui kampung Citalahab Bedeng dan kembali lagi ke kampung Citalahab Bawah melalui perkebunan teh.

Di kampung Citalahab Bawah terdapat guest house yang dikelola masyarakat setempat. Guest house yang berarsitektur tradisonal sunda tersebut berada persis bersebelahan dengan Bumi Perkemahan Citalahab dan dibatasi sebuah sungai dengan perkampungan penduduk. Walaupun bergaya tradisional, guest house ini cukup lengkap termasuk dapur, ruang makan, MCK yang cukup modern, dan sebuah balai kecil seperti balai pertemuan petani yang bisa menjadi tempat berkumpul.

Tetapi jika ingin bersosialisasi dengan penduduk Kampung Citalahab Bedeng, kita bisa menggunakan home stay yang juga dikelola oleh penduduk setempat. Home stay tersebar di beberapa rumah penduduk lengkap dengan gaya arsitektur sunda dan biasanya wisatawan asing senang menggunakan home stay ini.

Jadi semua kembali kepada anda, ingin menggunakan tempat yang lebih modern seperti Stasiun Penelitian Cikaniki. Atau ingin yang lebih tradisional, bersentuhan langsung dengan masyarakat dan berada diantara perkebuhan teh yang menghijau, seperti guest house dan home stay di Citalahab.

Tidak jauh dari Kampung Citalahab masih ada obyek menarik lainnya, yaitu pabrik teh Nirmala Agung. Jika sedang beroperasi, kita dapat melihat langsung proses pembuatan teh di pabrik yang berada sekitar 6 km dari Kampung Ctalahab. Teh hasil pengolahan pabrik ini terasa lebih nikmat dan beraroma khas. Dari pabrik pembuatan teh, kita bisa menuju Curug Piit yang merupakan air terjun yang tinggi, besar dan indah. Curug Piit jaraknya jaraknya tidak terlalu jauh dari pabrik pembuatan teh, kira-kira 2 km lagi dengan melewati perkampungan dimana terdapat persawahan dan lumbung padi tradisional.


Sumber :
http://aini.rumahatiku.com/2009/01/taman-nasional-gunung-halimun-salak-day-2/

https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-barat/curug-piit---sukabumi 

Continue Reading | comments

Info Pengecoran logam

Tulus Jaya Logam

Kaskusker Regional sukabumi

Kakus sukabumi

Komunitas Bloger Sukabumi

Photobucket

Temukan Kami di Facebook

Pengikut

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Sukabumi Newbie Creation - All Rights Reserved
Template Modify by Premium Blogger Templates Inspired Blogger Tricks
Proudly powered by Bloggerfree download all
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.