ads-1

Tanakita camping ground

Tuesday, 24 July 2012

Tanakita Five Stars Camp

When you think of camping, what images are conjured up in your mind? Do you see muddy fields, wet clothes, soggy tents, and hearty folk with shorts, socks, and boots?
Five stars camping don’t have to be this way with the new genre in luxury, comfortable camping and camp sites. You may feel like you are cheating a little but you are there for a holiday, to get away from it all, why suffer? The tents have insulation, a foam mattress to sleep on and electricity giving light ensuring you get a good night sleep. Outdoor fires add to the “pioneer” atmosphere and make you think that you are real outback campers again!
Tanakita Campsite is dedicated to making your stay very comfortable, while you take in the scenery of our extraordinary area. We offer the kind of camping vacation you’ll love, all on the altitude 1100 m above sea level.
There is a reason why so many people come to the campsite; it’s green, clear air, quiet place and the greatest outdoor activities. We invite you to relax at Tanakita Campsite while you delight in our spectacular area
  • Ideal for families, individuals and groups.
  • Explore the great outdoors.
  • Relax and unwind.
  • Sit under the stars.
  • Cook on camp fires.
Sumber : Tanakita camping geound
Continue Reading | comments

Gunung Walat


Dasar Hukum

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan No. 687/Kpts-II/92, komplek
hutan Gunung Walat seluas 359 Ha yang terletak di Kab. Sukabumi telah
ditunjuk menjadi hutan pendidikan.

Pengelolaan

Sejak ditetapkan hingga kini, Hutan Pendidikan Gunung Walat (HPGW) dikelola
dan digunakan secara intensif oleh civitas academica Fakultas Kehutanan IPB
untuk kegiatan akademis, yaitu pendidikan, penelitian, dan pelatihan. Dengan
berjalannya waktu, HPGW juga digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan dan
wisata lingkungan bagi siswa sekolah, mahasiswa, maupun umum.
Fasilitas
Untuk mendukung kegiatan-kegiatan di atas, HP Gunung Walat dilengkapi fasilitas-fasilitas
seperti asrama untuk mahasiswa, serta guest house untuk para dosen dan tamu
yang berminat menginap di HP Gunung Walat, ruang kelas dan pertemuan, kantor, ruang
informasi, aula, masjid, dan dapur umum. Listrik dengan kapasitas 33 000 watt
dan suplai air alami dari hutan. Di HPGW juga terdapat persemaian tanaman
kehutanan dan areal perkemahan.

Daya Tarik

Disamping jalan-jalan setapak di bawah hutan yang menghijau dengan topografi
yang berbukit, di HPGW juga dapat dilakukan kegiatan camping. Areal camping
seluas 1,5 ha terdiri dari areal terbuka dan areal di bawah tegakan puspa dan
damar. Di HPGW juga terdapat gua kapur yang sangat menantang bagi siapapun
yang hobi dengan petualangan. Di beberapa lokasi dapat pula dijumpai bentukbentuk
model pengelolaan hutan yang mengkombinasikan tanaman kehutanan
(damar, pinus, dan puspa), dengan tanaman perkebunan (kopi) dan tanaman
pertanian (padi, pisang, talas, singkong, garut dll), serta tanaman obat (kapulaga
dan kumis kucing). Model pengelolaan hutan ini dikerjakan bersama dengan
masyarakat desa di sekitar HPGW.

Produk dan Kegiatan Andalan

Saat ini produk andalan HP Gunung walat adalah kopal (getah pohon damar sebagai bahan
cat), dengan potensi 5 ton per bulan dan kopi; penyewaan fasilitas untuk praktek
lapang kehutanan, pelatihan dan penginapan, penyewaan areal perkemahan, dan
wisata pendidikan. Persemaian HP Gunung walat menghasilkan bibit tanaman kehutanan
dalam berbagai ukuran, sehingga cocok dipakai untuk bibit hutan rakyat,
reklamasi lahan, penghijauan dan pertanaman.
Peluang Investasi
Kegiatan investasi dapat dilakukan di HPGW sejauh tidak mengganggu fungsi
utama HPGW sebagai hutan pendidikan dan tidak merusak ekosistem hutan yang
ada

sumber : http://www.dephut.go.id/informasi/PUSDIKLAT/gnwalat.pdfhttp://www.dephut.go.id/informasi/PUSDIKLAT/gnwalat.pdf
Continue Reading | comments

Situ Suka Rame


Situ Sukarame

Merupakan situ buatan yang mulai dibangun pada masa penjajahan kolonial Belanda. Dan Sukarame adalah nama sebuah kampung yang ada di dekat danau Sukarame tersebut. Pada awalnya wilayah tersebut hanya berupa hutan rimba tanpa penduduk. Pertama kali menempati daerah tersebut yaitu Ama Sadarina, seorang pimpinan tentara Kerajaan Mataram yang bersembunyi karena diburu oleh kolonial Belanda. Sejak kedatangan Amma Sadarina tersebut, maka tempat tersebut menjadi ramai, karena Ama Sadarina membuka perguruan ilmu Kadigjayaan, hingga pada akhirnya tempat tersebut dikenal dengan sebutan kampung Sukarame.

Alkisah, Sukarame adalah tempat bertemunya 7 sungai. Yakni sungai Cikahuripan, sungai Cisalada, Sungai Citaman, Sungai Cisarandi, Sungai Cimaci, Sungai Cipangelah dan Sungai Cisela. Tuan Hola, yaitu Bangsa Belanda yang saat itu mempunyai ambisi untuk membendung sungai-sungai tersebut dimaksud dijadikan telaga untuk berlayar. Tuan Hola pun membuat Sayembara, Barangsiapa yang mampu membendung sungai-sungai tersebut, maka akan diberi pangkat tertinggi. Yang sanggup hanya ada satu orang, yaitu tetua kampung yang bernama Ki Ama Mules yang mempunyai ilmu hebat dan sakti mandraguna. Pengerjaan situ tersebut selalu tengah malam, sebab Ki Ama Mules dibantu oleh bangsa Siluman. Kurang dari Satu bulan, situ pun sudah hampir selesai. Namun anehnya, bendungan longsor kembali terus menerus, hingga pada akhirnya meminta bantuan kakak seperguruannya yaitu Ama Imur dari Salajame. Dan Ki Ama Imur memberitahukan bahwa Ular hitam yang dibunuh oleh Ki Ama Mules itu adalah Ander Cahya Ular Siluman, rajanya para siluman yang menguasai tempat tersebut yang merupakan suaminya Dewi Purbasari.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Situ_Sukarame
Continue Reading | comments

Cikananga Wildlife Center

Cikananga Wildlife Center (Cikananga Foundation) adalah organisasi non-pemerintah dan non-profit untuk konservasi Wildlife 

 misi

PPS Cikananga adalah untuk mendukung pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan dan melestarikan satwa liar dilindungi secara profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat setempat. Kegiatan utama pusat kami adalah menyediakan fasilitas dan tenaga untuk memfasilitasi disita binatang liar dan re-introduksi ke habitat mereka. Kegiatan lainnya meliputi: menyelamatkan satwa liar, menjaga binatang liar yang bukti tuntutan hukum, rehabilitasi satwa liar, konservasi kesadaran dan program pendidikan, pelatihan konservasi dan satwa liar, dan program kesadaran dan pendidikan. Cikananga menentang kolaborasi dengan lembaga-lembaga yang memanfaatkan hewan.

visi

 
Cikan
anga bertujuan untuk menjadi hewan secara internasional terakreditasi pusat penyelamatan liar, mampu untuk memberikan perawatan dan rehabilitasi untuk diselamatkan indonesian satwa liar dan untuk memungkinkan pemulangan hewan Bahasa Indonesia dari luar negeri.

tujuan

 
Bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya menyelamatkan dan melestarikan satwa liar Indonesia dan habitatnya dan juga untuk mendorong dan meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap penyelamatan hewan. Dalam kegiatan Animal Rescue Cikananga menampung, kereta api dan peduli terhadap hewan disita dari masyarakat yang kemudian dilepaskan ke alam liar.


sumber :http://www.cikanangawildlifecenter.com/id/http://www.cikanangawildlifecenter.com/id/
Continue Reading | comments

Taman nasional Gunung halimun


Taman Nasional Gunung Halimun merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah, hutan sub-montana dan hutan montana di Jawa. Hampir seluruh hutan di taman nasional ini berada di dataran pegunungan dengan beberapa sungai dan air terjun, yang merupakan perlindungan fungsi hidrologis di Kabupaten Bogor, Lebak, dan Sukabumi.
Beberapa tumbuhan yang mendominasi hutan di Taman Nasional Gunung Halimun antara lain rasamala (Altingia excelsa), jamuju (Dacrycarpus imbricatus), dan puspa (Schima wallichii). Sekitar 75 jenis anggrek terdapat di taman nasional ini dan beberapa jenis diantaranya merupakan jenis langka seperti Bulbophylum binnendykii, B. angustifolium, Cymbidium ensifolium, dan Dendrobium macrophyllum.
Taman Nasional Gunung Halimun merupakan habitat dari beberapa satwa mamalia seperti owa (Hylobates moloch), kancil (Tragulus javanicus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), macan tutul (Panthera pardus melas), dan anjing hutan (Cuon alpinus javanicus).

Terdapat kurang lebih 204 jenis burung dan 90 jenis diantaranya merupakan burung yang menetap serta 35 jenis merupakan jenis endemik di Jawa termasuk burung elang Jawa (Spizaetus bartelsi). Selain itu terdapat dua jenis burung yang terancam punah yaitu burung cica matahari (Crocias albonotatus) dan burung poksai kuda (Garrulax rufifrons). Burung elang Jawa yang identik dengan lambang negara Indonesia (burung garuda), cukup banyak dijumpai di Taman Nasional Gunung Halimun.
Dengan iklim yang basah, taman nasional ini merupakan sumber mata air dari beberapa sungai yang alirannya tidak pernah kering sepanjang tahun, dan delapan buah air terjun yang indah serta potensial untuk kegiatan pariwisata alam/rekreasi.
Masyarakat di sekitar taman nasional merupakan masyarakat tradisional Kasepuhan. Masyarakat tersebut memiliki pola kehidupan sangat unik dan kearifan dalam mengelola kawasan hutan di sekelilingnya selama puluhan tahun.



Taman Nasional Gunung Halimun merupakan tempat rekreasi/pariwisata alam yang sangat menarik, karena beragamnya obyek dan daya tarik wisata alam yang dimilikinya. Keheningan hutan yang terkadang terdengar suara kicauan burung dan satwa lainnya, merupakan obyek pengamatan hidupan liar yang menarik.
Taman nasional ini memiliki fasilitas canopy trail untuk berjalan dari pohon ke pohon, mengamati kehidupan burung dan satwa liar lainnya yang tinggal di tajuk pohon.
Keindahan alam dengan kehidupan liar, gemuruh air terjun dan gemericik aliran sungai kecil yang jernih; kesemuanya merupakan peristiwa alam yang dapat memberi pengalaman yang mungkin tidak akan terlupakan terutama bagi wisatawan dari kota-kota besar. 

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Curug Cimantaja, Curug Piit, Curug Cipamulaan, Curug Cihanyawar, Curug Citangkolo. Menjelajahi hutan, pengamatan tumbuhan dan satwa.
Sungai Citarik. Arung jeram.
Cikaniki dan Citalahab. Berkemah, atraksi canopy trail dan pengamatan tumbuhan/satwa.

Candi Cibedug. Candi tua berukuran kecil dari zaman megalitik dapat dilihat 8 km dari Desa Citorek.
Gunung Halimun (± 1.929 m. dpl), Gunung Sanggabuana (± 1.919 m. dpl). Penjelajahan dan pendakian gunung.
Obyek wisata lainnya berada di pintu masuk utama Cipeuteuy berupa Perkebunan Teh Nirmala.
Atraksi budaya di sekitar taman nasional berupa upacara Seren Tahun pada bulan Juli. Upacara tersebut diselenggarakan di Kasepuhan Banten Kidul dengan pagelaran kesenian tradisional, mulai dari kesenian yang sudah langka seperti debus, musik angklung besar sampai kesenian khas Sunda lainnya.
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Agustus setiap tahunnya.
Cara pencapaian lokasi: Bogor/Sukabumi-Parungkuda-Kabandungan, 50 km (± 1,5 jam), Bogor-Cisangku, 50 km (± 2,5 jam), Rangkasbitung-Bayah-Ciparay, 186 km (± 6 jam).

Continue Reading | comments (1)

Pantai Cimaja

Pantai Cimaja

Sebuah pantai yang tidak asing lagi buat para peselancar ataupun surving. Pantai Cimaja sangat cocok untuk olahraga surving karena di dukung suasana pantai dan ombak nya yang cukup tinggi

akses menuju ke Pantai Cimaja sangat lah mudah dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam dari pelabuhanratu kita bisa sampai d tepi pantai . Banyak nuansa pantai yang bisa kita nikmati seperti survin , motor boot  dll,selain itu pantai cimaja kerap menjadi buruan para pencinta alam khusus nya yang menyukai sunset. karena saat sore tiba matahari dengansempurna bisa memancarkan warna merah sehingga tercipta nuansa sunset yang sangat indah.






Continue Reading | comments

Obyek wisata dewi quan in

 Obyek wisata Dewi quan in

Lokasi Vihara ini dekat dengan pantai yang sudah tidak asing lagi dengan ombak selatan nya yaitu Pelabuhan Ratu, tepatnya di Desa Kerta jaya / Loji, Kec.Simpenan, Kab.Sukabumi, Jawa Barat.

Jaraknya dari Pelabuhan Ratu kurang lebih 30km berada tepat di bibir pantai Loji.
Berbagai kalangan baik dari pemuka agama atau pun masarakat yang ingin mengunjungi tempat ini , dengan berbagai tujuan .

selain untuk acara ke agamaan Dewi quan in di jadikan obyek wisata karena keindahan lokasi pantai yang tepat di selatan pelabuhan ratu selain itu bangunan yang cukup unik menjadikan daya tarik tersendiri bagi touris ataupun pengunjung domestik

Continue Reading | comments

Ci panas pelabuhan ratu

Ci panas
Obyek Wisata alam Air panas  ini berjarak sekitar 20 km arah barat Pelabuhan Ratu .
Belum sempurna jika kita pergi kepantai pelabuhan ratu tanpa mampir ke tempat yang satu ini ,karena di sini terdapat sebuah penomena alam yang sangat jarang di jumpai .

pancaran air dari dalam sungai menyembur ke atas permukaan ,dan bila kita mencoba mendekati nya terasa bau belerang yang sangat menyengat yang konon kata mitos di daerah tersebut bisa menyembuhkan penyakit kulit

Maka dari itu pengunjung datang berbondong bondong untuk sekedar menikmati dan merasakan hangat nya air tersebut , yang memang terasa panas.selain itu tempat ini sangat cocok untuk beristirhat karena pemandangan sekelilingnya masih ditumbuhi pohon pohon yang rindang dan sungguh pemandangan  yang cukup indah.
.

Continue Reading | comments

Pantai Cibangban

Pantai cibangban

Terletak di Desa Pasirbiru Kec. Cisolok  / +/- 20 km dari pelabuhan ratu, daya tarik dari pantai ini adalah Pantai yang bersih, naik perahu motor, dan  Bakar ikan. Obyek wisata ini terletak kurang lebih 10 Km setelah  Samudera Beach. 
Pantai cibangban sangat cocok untuk pengunjung yang suka berenang di lautan di karenakan ombak yang sangat kecil air nya bersih juga laut nya yang landai , memungkinkan pengunjung menikmati udara pantai sambil berenang


Continue Reading | comments

Taman angsa

Taman Angsa
Berada di kec. Cicurug +/- 3 km dari Cicurug. Bisa menggunakan mobil, motor dan berjalan kaki. Tempat untuk bersantai bersama keluarga dan tempat berenang dengan suasana yang asri. Tempat makan murah, wc umum, parkir mobil dan motor, mushola, play ground, kolam renang, tersedia fasilitas penginapan.
http://www.gurilapss.com






Sumber : http://obyekwisatasukabumi.blogspot.com/
Continue Reading | comments

Muara Cikaso


Muara Cikaso Terletak /- 100km dari Kota Sukabumi, atau 35 Km dari Kota Jampang,Muara Cikaso / Pantai Keusik urug memang merupakan objek wisata yang cukup menarik.

Pantainya yang masih bersih dan alami memiliki pesona tersendiri untuk dikunjungi. Pada beberapa bagian pantai terdapat area yang cocok untuk bermain dan menikmati alam pantai yang masih alami / natural.
Muara Cikaso Pantai Keusik urug atau dikenal juga dengan nama Muara Cikaso, mungkin bisa di katakan objek wisata pantai yang cukup unik dikawasan Sukabumi Selatan.
Muara Cikaso / Pantai Keusik urug, merupakan salah satu objek wisata lain yang menarik di Sukabumi Selatan. Muara ini merupakan tempat bertemunya Sungai Cikaso dengan laut.

Sungai Cikaso membentuk alur membelok terlebih dahulu sebelum masuk kelaut, sehingga terbentuk Situ alam yang cukup luas dengan bentuk yang sangat indah, sangat indah untuk di nikmati dan bagi anda yang suka berpetualang di air anda bisa mesewa perahu motor untuk mengelilingi Situ Muara Cikaso tersebut karena lumayan luas juga.

Dimuara ini banyak pula binatang seperti kepiting, belibis, biawak dan ikan-ikan muara. Bila kita menelusuri sisi pantainya banyak pula dijumpai ikan-ikan hias khas warna-warni ikan air laut yang berenang bebas di tepi sungai.

Muara Cikaso / Pantai Keusik urug juga mempunyai keunikan yang tidak dimiliki muara-muara lainnya, pada saat-saat tertentu atau biasanya pada musing kemarau di Pantai Keusikurug akan terjadi akan terjadi " BUGEL". Yaitu dimana air yang tadinya mengalir kelaut dari Sungai Cikaso tersumbat/terbendung oleh pasir-pasir pantai yang tertiup angin, sehingga membentuk tanggul yang menyumbat aliran sungai Cikaso kemudian membuat Situ Alam yang sangat besar dan Luas.

Dan saat itu biasanya nelayan di untungkan karena ikan banyak yang terjebak di Situ Alam tersebut dan otomatis akan menambah pendapatan ikan nelayan.
Disamping objek wisata alam, Pantai Keusikurug juga memiliki objek wisata kuliner dan budaya salahsatunya yaitu "Gula Kelapa" dalam bentuk proses pembuatan gula kelapa oleh masyarakat setempat.

Pembuatannya sederhana sekali yakni dengan memanfaatkan perkebunan kelapa luas, para penduduk memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak dikuali lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada di pasaran.
Secara keseluruhan masih ada beberapa tempat yang belum terjamah yang memiliki tempat yang indah.

Sumber : http://sukabumi.olx.co.id/pantai-keusikurug-tegalbuleud-iid-34151854


Continue Reading | comments

Goa Lalay

Goa Lalay   berlokasi sekitar 3 Km dari Kota Pelabuhan Ratu, Goa ini berada di Kampung Cipatuguran, Desa Citarik, berjarak 4 km di sebelah tenggara Terminal Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

"Lokasinya bisa ditempuh dengan mobil pribadi dari Pelabuhan Ratu, atau dengan ojek bertarif Rp3 ribu. Pada musim libur, biasanya ramai pengunjung," ujar Ajied Jaelani, pegawai Dinas Pariwisata yang menjaga Goa Lalay selama 2 tahun terakhir.

Goa-goa kosong muncul akibat abrasi laut yang terjadi mulai sekitar 1928. Pada 1963, mulailah kelelawar mendiami goa tersebut. "Jadi, sudah 40 tahun lamanya goa itu dihuni masyarakat kelelawar," jelas Ajied.

Goa Lalay memiliki kedalaman sekitar 43 m. Selain Goa Lalay, goa-goa lain yang terjadi akibat abrasi adalah Goa Kerut, Goa Landak, Goa Saat, Goa Canik, Goa Manik, dan Goa Kunti. "Hanya Goa Lalay saja yang berisi kelelawar, yang lainnya kosong. Goa Landak, dulunya diisi oleh kawanan Landak. Namun, sekarang sudah tidak ada," tambahnya.

Kelelawar yang mendiami lorong-lorong gelap di Goa Lalay memiliki ciri khusus. Tubuhnya kecil, lebarnya seluas renggangan telapak tangan, kupingnya seperti kelinci, menyambung dengan kepalanya, memiliki ekor seperti tikus, dan serangga sebagai makanan kegemarannya. Berbeda dengan kalong, kawanan kelelawar tersebut tidak menyukai buah-buahan dan terbangnya secara berkelompok.

Menurut pengamatan Ajied, populasi kelelawar di Goa Lalay miliaran jumlahnya. "Tiap hari, kelelawar melahirkan secara bergantian. Di mulut goa, kelelawar bergelantungan secara berkelompok. Di dalam masih banyak lagi. Tidak semuanya keluar dari goa untuk mencari makan."

Saat matahari terbenam, serombongan kelelawar keluar dari goa itu, didahului dengan bau kotorannya yang menyengat hidung dan bisa tercium hampir 10 m dari mulut goa. Mereka berputar-putar di mulut goa hingga terdengar berdengung seperti tawon. Kawanan kelelawar lalu ke kanan goa, dengan formasi berliuk-liuk bagai ular menemukan mangsanya.

Di antara kawanan kelelawar ini terdapat beberapa yang seluruh badannya berwarna putih. Konon, yang melihatnya akan memperoleh keberuntungan. "Betul-betul jodoh," sahut seorang wanita pengunjung Goa Lalay. "Ya, biasanya kalau diniatkan sebelum berangkat ke sini, kemungkinan besar dapat melihat. Dari 100 pengunjung, kemungkinan yang bisa melihat sekitar 66 orang," ungkapnya.

Menurut Ajied, di Goa Lalay masih terdapat 9 ekor kelelawar putih. Mereka merupakan raja dan ratu. Setiap hari hanya 3-5 ekor yang keluar dari sarangnya. "Kadang-kadang satu kelelawar putih itu berada di bawah rombongan, di atas, atau di tengah. Jadi, tidak pasti. Di setiap beberapa menit rombongan keluar, hanya muncul satu kelelawar putih."

Rombongan kelelawar yang mencari makan bisa terbagi dalam dua gelombang: setengah jam awal keluar dari arah kanan goa dan setengah jam berikutnya dari kiri. Atau satu jam penuh dengan arah yang sama.
Sehabis mencari makan, rombongan kelelawar itu kembali ke sarangnya pada pukul 04.00 sampai 06.00 WIB. Saat masuk, rombongan kelelawar membentuk formasi seperti hujan yang jatuh dan langsung masuk ke goa.

Di Goa Lalay, selain kelelawar, terdapat pula hewan melata, yaitu ular kobra dan biawak. Ukuran biawak yang berada di goa tersebut berkisar satu hingga dua meter dan beratnya berkisar 10 sampai 45 kg. Keberadaan mereka berkaitan pula dengan kelelawar. Saat akan keluar dan masuk ke goa, kelelawar bertabrakan satu dengan lainnya. Akibatnya, mereka mati dan jatuh di dasar goa. Kelelawar yang mati ini menjadi makanan lezat tiap harinya bagi biawak dan ular kobra.

Keberadaan kelelawar ini dapat pula terdeteksi melalui bau kotorannya. Paling lama 25 menit manusia dapat bertahan di dalam goa yang dipenuhi sengatan bau amoniak yang dikeluarkan kotoran hewan tersebut.
Manfaat yang dapat dipetik dari keberadaan kelelawar tersebut adalah kotorannya. Dalam satu tahun bisa dihasilkan sebanyak 80 ton kotoran kelelawar yang dimasukkan sebagai aset desa. Tiap 6 bulan sekali kotoran tersebut dipanen. Dan saat ini, menurut Ajied, pengelolaannya dikontrakkan kepada pengusaha daerah sebesar Rp25 juta per tahun.

Untuk sementara ini, para wisatawan hanya dapat melihat Goa Lalay tersebut dari luar. Bila ingin masuk, harus disertai pawang atau penjaga goa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain ancaman hewan melata, juga ditakutkan batu-batu di atas dinding goa runtuh. Jumlah pawang yang menjaga goa tersebut sekitar 25 orang.

Sambil menikmati pemandangan keluarnya kelelawar dari goa, pengunjung dapat menyaksikan keindahan tenggelamnya matahari di laut yang membentang sekitar 100 m dari depan Goa Lalay. Pemandangan ini lebih asyik lagi bila dinikmati di musim panas saat tidak terhalang oleh hujan. Kesejukan udara dan kelembutan belaian angin dapat dirasakan. Goa Lalay memang cocok sebagai tempat wisata alternatif yang ada di kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. (CR-28/M-4)

Sumber : media indonesia online
Continue Reading | comments (1)

Info Pengecoran logam

Tulus Jaya Logam

Kaskusker Regional sukabumi

Kakus sukabumi

Komunitas Bloger Sukabumi

Photobucket

Temukan Kami di Facebook

Pengikut

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Sukabumi Newbie Creation - All Rights Reserved
Template Modify by Premium Blogger Templates Inspired Blogger Tricks
Proudly powered by Bloggerfree download all
Design Downloaded from free Blogger templates | free website templates | Seodesign.us | Funny Sport Videos.